Seperti yang kita ketahui bersama jika seorang presiden tatkala ia sedang duduk di kursi kekuasaannya dan tatkala seorang direktur duduk di kursi jabatannya, maka saat ia bersandar di kursi tersebut maka kata-katanya adalah perintah dan ucapan adalah titah. Akan tetapi, ketika ia tidak lagi bersandar di kursi tersebut dan tidak lagi berada pada kondisi dan posisi tersebut dan berpindah ketangan orang lain, maka ia pun langsung terjatuh dan tersungkur dan ia pun larut dalam samudera keputusaan dan diterpa oleh gelombang ketidakberdayaan dan kebinasaan.
Sama seperti yang saya rasakan saat ini, saat semua prestasi bisa ku capai dan semua yang ku inginkan seakan-akan bisa kudapatkan akan tetapi tidak ketika musibah datang menimpa dan kegagalan datang kepadaku rasa-rasanya langit mau runtuh dan hendak menimpaku. Padahal seperti yang kita tahu cerita orang sukses itu selalu sama, yakni dalam cerita kehidupan mereka selalui menemui yang namanya kegagalan.
Kucoba merenungkan semua karunia dan nikmat Allah yang telah dianugerahkan-Nya kepadaku, maka yang terlintas dipikiranku yakni kata-kata seorang ustadz dalam sebuah kajian ia mengatakan hidup di dunia memang terasa sempit dan penuh dengan kesusah payahan, akan tetapi bagi orang yang beriman ia percaya bahwa kelak tidak akan ada lagi rasa sempit dan susah payah yang ada hanya kebahagian yang kekal abadi yakni ketika ia telah melangkah kakinya masuk ke dalam surga.
Maka dari perkataan ustadz tersebut saya pun dapat mengambil kesimpulan, bahwa kita hidup di dunia ini memang akan mengalami yang namanya kesedihan, kegagalan, rasa keputusaan dan segala problematika hidup yang ada, akan tetapi semua akan segera berakhir karena kita hidup di dunia ini tidaklah kekal abadi, kita hidup hanya sementara karena tujuan kita yang sebenarnya adalah negeri akhirat.
Setelah berfikir panjang maka segera kuangkat tangan memohon pada yang kuasa agar diberikan lagi semangat dalam hidup ini dan dijauhkan dari rasa keputusasaan karena kutahu masih ada secercah harapan ditengah samudera keputusasaan.
Dari hati yang paling dalam Juned al~Bughisy.
0 komentar:
Posting Komentar